RSS

AWAS RACUN DALAM TEMPAT MAKAN!

Dear smart parents...peralatan makan si kecil belum tentu aman sepenuhnya! banyak pula di antaranya yang apabila kita salah dalam penggunaannya akan berbalik menjadi racun bagi tubuh orang2 tersayang kita, utamanya si kecil yang jauh lebih rentan kesehatannya. Untuk lebih jelasnya qt akan bahas satu per satu..
1. Produk plastik
beberapa komponen kimia plastik seperti polistirena, polietilen, polipropilene,dan polivinyl klorida, umumnya mengandung pula bahan penstabil dan bahan pelembut (yang membuat produk plastik bersifat elastis sehingga dapat dibentuk bulat, persegi, dsb). Pada tambahan tersebut terkandung logam berat seperti timbal (Pb) dan senyawa ftalat disamping sifat bahan monomer plastik yang diketahui bersifat racun sehingga berbahaya bagi kesehatan, jika terjadi pelepasan dan berkontak dengan bahan makanan dan minuman.
2. Produk stirofoam
Bahan utama produk ini sebenarnya hampir sama dengan produk plastik, namun komponen utamanya monostiren. bahan inilah yang membahayakan kesehatan jika terjadi pelepasan dan kontak dengan makanan yang bersuhu tinggi. Untuk amannya, jangan menggunakan produk ini untuk makanan/minuman yang bersuhu tinggi(panas), hindari pula mengalasi dengan kertas coklat pembungkus nasi,mengingat kertas ini juga mengandung monomer plastik sebagai bahan kedap airnya. jika memungkinkan lapisi stirofoam dengan daun pisang yang sudah di bersihkan.
3. Produk kaleng
Produk ini bisa terbuat dari bahan alumunium, seng, atau capmuran zat besi. Jika komponen produk ini berasal dari logam utama saja (contoh: alumunium), maka produk tersebut memiliki nilai batas bahaya yang cukup tinggisehingga relatif aman digunakan pada kadar tertentu. Sebaliknya, produk kaleng yang mengandung logam campuran (berupa timbal, cadmium, atau chrom),mempunyai nilai batas bahaya yang lebih rendah, dikarenakan sifat dari logam tersebut dan adanya resiko pelepasan komponen campurannya. Resiko lain, terjadinya kontak dengan bahan pangan yang kemudian menimbulkan suatu perubahan fisik, seperti bahan pangan yang berupa asam dan terkontak lama dengan produk kaleng sehingga terjadi korosif(karat).
4. Produk Melamin
Jika terbuat dari komponen melamin murni, produk ini sebenarnya relatif aman. Kandungannya yang lebih masif membuat produk ini tahan terhadap panas, asam, maupun basa/alkalis sehingga proses pelepasan yang terjadi relatif kecil. Kekhawatiran muncul jika produk ini dipalsukan dan ditambah campuran bahan lain yang bukan melamin murni tapi merupakan senyawa urea formaldehid (biasa digunakan untuk alat2 listrik, seperti stop kontak listrik di rumah2), disamping bahan tambahan seperti timbal(terutama dalam warna melamin) yang diketahui berdampak buruk bagi kesehatan(biasanya produk yang seperti ini jauh lebih murah harganya dipasaran)
Formaldehid diketahui dapat mengganggu sistem pencernaan, fungsi hati, bahkan dapat menyebabkan kanker. Sementara itu, timbal dapat menurunkan tingkat kecerdasan anak (IQ) atau fungsi organ ginjalnya.
5. Aneka Produk Dengan Bahan Pelepas
Terutama ditemui pada peralatan pengolah bahan makanan, seperti wajan anti lengket, atau magic jar. Komponen utama produk ini adalah bahan logam (alumunium). Namun, untuk pelapisnya umumnya terbuat dari bahan polimer tertentu yang membuat peralatan tersebut menjadi anti lengket dan anti gores. tapi, tak semua bahan pelapis berbahaya, hanya yang mengandung fluor dan sulfur dalam kandungan bahan pelapis (dapat dilihat di brosur produk). Fluor dan Sulfur akan berbahaya jika terkelupas dan tercampur dengan bahan makanan yang dikonsumsi. Inilah yang menjadi perhatian masyarakat kesehatan di dunia.

SOLUSI AMAN DENGAN PRODUK TEMPAT MAKAN
>Perhatikan informasi produknya
beberapa produk tercantum label/sertifikasi/register di kemasannya sebagai tanda telah memenuhi standar keamananyang dikeluarkan dari instalasi terkait seperti Depkes atau BPOM.
>Perhatikan ada-tidaknya perubahan pada produk yang digunakan.
perubahan disini maksudnya adalah perubahan warna pada produk melamin, munculnya bau atau produk mengkerut pada produk plastik dan stirofoam, mengelupasnya lapisan wajan anti lengket. adanya perubahan2 seperti itu pertanda produk tidak layak digunakan.
>Cuci bersih produk yang baru dibeli
hal ini untuk mengantisipasi dari kontaminasi bahan2 kimia yang terjadi selama proses industri, dan tentunya produk yang baru dibeli tidak punya jaminan kebersihan dari kuman karena dipegang2 orang sepasar kan? perlu diperhatikan,dalam pensterilan botol susu, jangan dengan direbus, atau dituangi air panas! hal ini mengingat botol susu bayi juga terbuat dari bahan plastik, untuk pensterilan, ada baiknya anda masukkan botol ke dalam freezer di lemari es anda.
>Lihat tanggal kadaluarsa pada kemasan
ini berlaku untuk makanan/minuman kaleng, tapi periksa juga keanehan di kaleng, misalnya berkarat walaupun belum kadaluarsa, berarti produk tidak layak konsumsi.
>Gunakan produk yang relatif aman dan cari pengganti alternatif
misalnya pilih kardus makanan dari pada stirofoam, produk kaca dan keramik dibanding plastik untuk tempat panas, daun pisang dari pada plastik gula/es untuk membuat lontong, dll.
>Jangan sering-sering menggunakan produk yang tak aman
Bagaimanapun kita harus tetap waspada akan bahaya yang mengintai kesehatan anak di waktu yang akan datang.

1 komentar:

Unknown mengatakan...

jazak'allah khair infonya..sangat bermanfaat.

Posting Komentar