RSS

Jadi Teladan Si Kecil

Tentu anda akan sangat bangga jika si kecil berujar, “Kalau sudah besar saya ingin seperti mama.” Menjadi contoh yang baik merupakan tanggung jawab yang besar bagi setiap orang tua.
Ada anak-anak yang mengidolakan atau mengagumi pemain basket, penulis, ataupun ilmuwan terkenal. Tetapi percaya atau tidak, banyak juga lho anak-anak yang mengidolakan orang tuanya.
Jadilah orang tua yang lebih efektif, konsisten, aktif, dan penuh atensi. Yang terbaik adalah memusatkan perhatian kepada anak-anak dan kehidupan mereka.
Apakah hal ini berarti anda harus sempurna agar anak anda tumbuh sempurna juga? Tentu saja tidak. Tidak ada manusia yang sempurna. Tetapi anda harus mengetahui contoh yang bagaimana yang diperlukan oleh anak anda.
Di bawah ini beberapa contoh langkah yang bisa diambil;
  • Berikan contoh
    Lakukan apa yang anda katakan dan katakan apa yang anda lakukan.
    Anak selalu meniru figur orang yang dikaguminya. Baik cara berbicara, ucapan ataupun sikap. Bila anda meminta anak untuk selalu menelepon dan memberitahukan anda bila dia pulang terlambat, anda pun harus melakukan hal yang sama, memberitahukan mereka bila anda pulang terlambat. Bila anda tidak ingin anak anda berteriak, lakukan hal yang sama, jangan berteriak. Sikap yang konsisten akan membantu pembentukan perilaku anak anda.

  • Hormati anak
    Bagi sebagian anak, tidak mudah untuk mengerti kata-kata, karena kata-kata merupakan sesuatu yang tidak dapat mereka sentuh atau rasakan tetapi kata-kata tetap merupakan konsep yang sangat penting. Untuk membantu anak anda belajar tentang menghargai dan menghormati, dapat anda perlihatkan kepada mereka secara langsung. Misalnya berikan mereka kesempatan untuk memilih di antara dua atau tiga baju yang akan mereka kenakan dan setelah menentukan pilihannya, katakan kepada mereka bahwa nada menghargai pilihan mereka.

  • Berbicara jujur
    Orang dewasa sering merasa bingung dengan perasaan mereka, oleh karena itu tidaklah heran bila anak-anak pun sering merasa bingung dengan perasaan mereka. Mungkin anda mengalami stress seharian di tempat kerja anda tetapi anak anda akan berpikir anda marah dengan mereka. Bila anda bersikap tidak seperti biasanya, jelaskan kepada anak anda bahwa hal ini bukan karena salah mereka melainkan karena anda mengalami stress seharian di tempat kerja. Percayalah, anak anda dapat meghibur anda. Anda dapat menghindari menyakiti hati anak anda dengan mengatakan secara jujur mengenai apa yang anda rasakan dan anda alami.

  • Marah tidak berarti tidak cinta
    Selisih paham dan argumentasi merupakan hal yang wajar terjadi. Tetapi anak-anak tidak dapat memisahkan antara cinta dan marah. Mereka menganggap bila anda berteriak kepada mereka berarti anda tidak mencintai mereka. Walaupun menurut anda, anak anda akan merasa tidak dicintai setiap kali anda dan dia harus berselisih paham. Anda harus waspada dengan perubahan emosi anak anda agar anda dapat menuntun mereka melalui saat-saat marah atau sedih tanpa mengabaikan apa perasaan mereka.

  • Lakukan hal yang sama
    Katakan dan perlihatkan dengan jelas kepada anak anda sikap dari figur yang dikaguminya yang tidak boleh ditiru. Misalnya anak anda mengagumi pemain basket tertentu, tetapi ternyata tokoh yang dikaguminya pecandu narkoba; jelaskan kepada mereka mengapa hal tersebut tidak boleh ditiru. Bila anda tidak ingin anak anda merokok, tunjukkan kepada mereka bahwa anda pun tidak merokok.
    Bila anda ingin anak anda selalu tepat waktu tiba di sekolah, pastikan anda pun melakukan hal yang sama, disiplin waktu dan tidak terlambat ke kantor. Bila anda tidak ingin anak anda mengucapkan kata-kata yang kasar atau memaki, anda pun harus memberikan contoh langsung dengan tidak mengucapkan kata-kata kasar atau memaki. Dengan meninjau kembali sikap anda berarti anda harus jujur terhadap diri anda sendiri. Mungkin anda harus merubah sikap anda ataupun cara anda berbicara agar anda dapat menjadi contoh yang baik bagi anak anda.

Mendidik Anak Ala Positive Parenting

Tidakkah Anda akan merasa lebih baik ketika orang yang otoritasnya lebih tinggi dari Anda, misal, orangtua atau bos bisa berbicara dengan nada yang nyaman? Tidakkah Anda akan merasa lebih bisa menerima ajaran atau masukan dari guru atau orang yang lebih tua dari Anda jika hal itu disampaikan dengan nada yang kalem? Begitu pun yang dirasa oleh anak Anda mengenai sikap orangtuanya. Dr. Adriana S. Ginanjar, Koordinator Klinik Terpadu Fakultas Psikolog Universitas Indonesia mengatakan, bahwa sikap positive parenting, bisa membantu menerapkan disiplin efektif dan interaksi menyenangkan antara orangtua dan anak.

Dalam presentasinya di Rumah Belajar Persada, Jatibening, beberapa waktu lalu, dr. Adriana menyampaikan bahwa positive parenting, yakni pola pengasuhan anak yang menekankan pada sikap positif. Menurutnya, positive parenting bisa dilakukan dengan membantu anak merasa bangga atas dirinya dengan menunjukkan sikap positif dan penuh kasih sayang. Tak lupa pula untuk memberi perhatian lebih saat anak mengikuti aturan, memberi bantuan, dan menunjukkan afeksi. Sementara dalam pembentukan disiplin, orangtua mengajarkannya dengan konsisten dengan konsekuensi yang jelas.

Langkah-langkah yang bisa dilakukan oleh orangtua untuk mengasuh anak dengan cara positive parenting menurut dr. Adriana adalah:
  • Mengenali Perkembangan Anak. Kenali kemampuan anak, baik kemampuan kognitif, keterampilan fisik, perkembangan emosi, caranya berinteraksi dengan orang lain, juga masalah-masalah khusus yang dihadapinya.
  • Meluangkan Waktu Berkualitas. Orangtua sebaiknya mau membuka diri untuk mengetahui dunia si kecil. Agar bisa mencoba melihat dunia dari kacamatanya. Cara yang bisa Anda lakukan adalah dengan menyediakan waktu khusus bagi anak, memberikan perhatian penuh saat meluangkan waktu berkualitas tersebut, isi dengan kegiatan menyenangkan, dan dilakukan dengan rutin. Dr. Adriana menyarankan untuk menciptakan waktu khusus sebelum tidur dengan membacakan dongeng sebelum tidur bagi anak yang masih balita. Atau bagi anak yang sudah remaja, cobalah sesekali membaca buku yang ia sedang baca, misal chicklit atau novel.
  • Memberi Dukungan dan Pujian. Tak hanya orang dewasa yang butuh diberikan pujian dan dukungan. Anak-anak pun seperti itu. Mereka butuh afirmasi dan apresiasi, terlebih dari orang yang mereka anggap penting. Dr. Adriana juga menekankan, saat akan memberikan pujian, pastikan tujuannya tepat dan spesifik. Kenali pula karakter anak, hal ini sangat penting, pada saat ingin menyampaikan pujian pada anak pun amat perlu untuk menyesuaikan cara Anda dengan karakternya. Ada anak yang suka dipuji langsung, tapi tidak di hadapan banyak orang, dan sebaliknya. Dukungan dan pujian merupakan cara untuk mengarahkan tapi tidak memaksa anak, plus merupakan cara untuk memberikan semangat agar bangkit kembali ketika ia sedang terjatuh.
  • Menjadi Model yang Baik. Bagaimana ia bisa percaya atas apa perkataan dan nasihat orangtuanya jika Anda tidak melakukan sendiri apa yang diperintahkan kepadanya? Ketika Anda ingin anak bisa berlaku sesuai yang diinginkan, sebaiknya Anda tidak hanya bicara tetapi mencontohkan dengan tingkah laku. Cobalah untuk membuka diri dan tidak “jaim” kepada anak, agar ia terbiasa untuk berdiskusi dan bertanya dengan Anda. Dengan memberi contoh yang baik, Anda juga sekaligus mendorongnya untuk menjadi anak teladan.
  • Memberikan Konsekuensi Logis. Dr. Adriana menyarankan agar Anda tidak terlalu mengekang anak. Ketika Anda sudah memberitahukan konsekuensi dari tindakan-tindakan tertentu dan ia tetap melakukan tindakan tersebut, asalkan masih dalam batas yang aman, biarkan ia merasakan konsekuensi tersebut. Kadang hal ini diperlukan untuk meredam rasa penasaran si kecil. Pastikan sangsi atau konsekuensi tersebut masih dalam batasan logis dan bisa dimengerti oleh si anak. Ini akan membantu si kecil belajar bertingkah laku. Cara ini tergolong cukup efektif.
  • Fokus Pada Tingkah Laku Positif. Jangan hanya melarang. Berikan pujian atau reward atas tindakan-tindakan positif yang baik dari si kecil. Saat akan memberikan reward, pastikan dalam bentuk yang tepat dan benar-benar disukai si kecil. Mencoba tawar-menawar dengan si kecil untuk melakukan sesuatu yang ia suka dengan tindakan yang Anda tahu sulit untuk ia lakukan akan menjadi motivasi baginya. Namun, jangan sampai untuk segala hal harus diberikan iming-iming. Abaikan tingkah laku negatif dari anak yang memancing konflik berulang.
  • Bersikap Tegas. Terapkan aturan secara konsisten. Tegurlah anak jika ia berbuat salah dan itu merupakan hal aturan yang sudah disepakati. Jangan lupa untuk bersikap adil pada semua anggota keluarga.
  • Tanamkan Nilai-nilai. Ajarkan nilai-nilai penting dalam kehidupan, seperti sopan santun, tolong-menolong, berbagi, saling mengasihi, dan toleransi. Caranya? Berikan contoh konkret dengan menjadi model. Cara lainnya bisa juga dengan pergi menjalankan ritual agama bersama keluarga.
  • Lakukan Diskusi dan Negosiasi. Diskusi dan negosiasi adalah hal yang wajar dilakukan. Saat seperti ini, penting untuk menghargai pendapat anak dan fleksibel dalam menerapkan aturan. Dengarkan pendapat si anak dan mencoba mencari pemecahan permasalahan bersama. Ajar anak untuk bekerja sama dan menghargai pendapat orang lain. Untuk anak yang sudah besar, bicarakan konsekuensi jika ada negosiasi seputar aturan.
  • Ciptakan Komunikasi Efektif. Yang namanya komunikasi efektif dengan lawan bicara, butuh kesepakatan. Dalam hubungan personal, tentu komunikasi akan lebih efektif jika terjadi dalam dua arah. Selain Anda harus bisa menyampaikan pesan dengan jelas dan berharap ia bisa mengerti, Anda juga harus bisa mendengarkan dengan hati. Mendengarkan dengan hati adalah berusaha menangkap apa yang dirasakan oleh si anak, dengan tidak emosi, fokus dan konsentrasi kepadanya, tidak terbagi dengan hal-hal lain.
  • Disiplin Jelas & Konsisten, Ketika membuat aturan di dalam keluarga, pastikan aturannya cukup jelas dan fleksibel, juga terdapat kesepakatan di antara keluarga. Jika orangtua ada ketidaksepakatan, pastikan tidak bertengkar di depan anak. Jika ada konsekuensi, beritahukan dan sepakai sejak awal. Hal-hal semacam ini akan membantu mendorong anak untuk mandiri.Dr. Adriana menyimpulkan, dalam hal aturan, jika disampaikan dengan jelas dan sudah disepakati bersama, lalu dijalankan dengan konsisten, akan menjadi hal yang positif.

Stimulasi Agar Bayi Cepat Merangkak

Bagi yang yang mempunyai bayi yang baru belajar merangkak, sangat dianjurkan agar menstimulasinya dengan cara yang tepat dan benar. Karena menurut pendapat beberapa ahli bahwa koordinasi gerak yang terjadi sangat baik untuk perkembangan otak dan bagian-bagian tubuh yang sama yang kelak digunakan untuk gerakan lain, seperti membaca dan menulis.Namun demikian ada juga bayi yang tidak melalui tahap merangkak lebih dahulu. Beberapa bayi melakukan gerakan ini dengan menyamping seperti kepiting, sementara bayi lainnya hanya melakukan gerakan memutar dengan bokongnya. Jangan khawatir dan Anda tidak perlu memaksa bayi!Berikut stimulasinya:
  • Letakkan mainan kesukaannya sedikit lebih jauh di depannya atau lebih baik lagi bila Anda pegang.
  • Arahkan perhatiannya dengan membuka sebuah lemari pendek yang dapat diacak-acak sesuka hatinya.
  • Merangkaklah bersamanya. Lakukan semacam"perlombaan" merangkak atau kejar-kejaran.
  • Potonglah bagian dasar karton yang cukup besar dan biarkan bayi merangkah melaluinya.
  • Berikan mainan yang dapat menggelinding seperti bola, tabung kardus dan biarkan bayi mengejarnya.
  • Berikan mainan yang beroda. Tunjukan padanya bagaimana benda-benda itu dapat meluncur sendiri.
  • Ketika bayi sudah mulai bisa merangkak, kenakan padanya celana sebatas lutut untuk melindungi lututnya.
  • Utamakan pengawasan Anda terhadap kegiatan-kegiatan itu demi keamanan dan kenyamanan bayi Anda.

Semoga bermanfaat ....

Sumber: Dr. Peter Hope (Konsultan Pediatri), Hank William (Konsultan Pengembangan Bermain), Buku "Menghibur Dan Mendidik" - Robyn Gee & Susan Meredith.

Kok si kecil bohong?

Kenapa ya si kecil sampai berbohong? Apa itu menunjukkan bahwa dia nakal? Jangan keburu berasumsi dulu, berikut alasan kenapa si kecil berbohong:
  1. Mereka tidak tahu apa yang benar
  2. Mereka tahu kebenaran akan membuat anda marah, sementara mereka ingin membuat anda senang
  3. Mereka tidak membedakan antara fantasi dan realitas
  4. Mereka tidak dapat memprediksi sebab – akibat
  5. Mereka hanya berusaha untuk ikut berbicara
  6. Mereka stress
  7. Mereka menceritakan suatu kebenaran

jadi mom, jangan keburu memberi "cap" nakal pada si kecil jika dia berbohong ya... :)

Mengembangkan kepercayaan diri anak

  1. Berbicaralah selalu dengan dukungan
  2. Memberikan dorongan melalui tindakan
  3. Luangkan waktu bersama mereka saat akan berangkat tidur
  4. Jangan pernah menunda untuk mengekspresikan kasih sayang anda
  5. Berikan kepercayaan penuh pada anak – anak
  6. Rayakan setiap peristiwa penting yang mereka alami

Membangun hubungan orang tua dengan anak dalam belajar

  1. Kenali diri kita sebagai orang tua
  2. Bangun interaksi penuh cinta
  3. Kenali potensi anak kita
  4. Buat kontrak belajar bersama
  5. Rayakan

Kata-kata Untuk Kesempatan Istimewa

  1. Maaf.
    Lewat kata maaf, orang tua memperlihatkan pada anak bahwa mereka pun dapat melakukan kesalahan dan karenanya harus mengungkapkan perasaan menyesal. Dengan mengucapkan maaf, anda memperlihatkan contoh perilaku yang baik pada anak.
  2. Tidak
    Bila orang tua tidak dapat mengatakan “Tidak” pada anak-anaknya, mereka akan tumbuh tanpa mengetahui cara memberi respons terhadap keterbatasan.
  3. Sudah cukup
    Kalimat ini membentuk batasan dan memberi kesempatan pada anak untuk mengembangkan kepekaan terhadap pengendalian diri. Kadang ada kalanya hukuman diperlukan bila anak tidak mengikuti apa yang anda katakan padanya.
  4. Bagaimana ya, perasaannya?
    Dengan kalimat itu, berarti anda memberi anak kesempatan untuk mempertimbangkan efek dari tindakannya terhadap orang lain, dan mengembangkan empati terhadap orang lain.
  5. Hal ini tidak sesuai. Mempertimbangkan cara alternatif dalam berprilaku disituasi yang sulit merupakan salah satu langkah mengatasi masalah.

5 Alasan Pentingnya Sarapan

  1. Anak-anak dapat melakukan tugas di sekolah dengan lebih baik.
  2. Anak-anak lebih fokus dan konsentrasi pada pelajaran, lebih bertenaga, dan memiliki koordinasi yang lebih baik antara mata dan tangan.
  3. Kemungkinan bermasalah dalam berprilaku lebih sedikit.
  4. Lebih cenderung mendapatkan nutrisi yang lebih baik secara keseluruhan.
  5. Cenderung memiliki berat badan yang lebih stabil.

9 Prinsip Jadi Orang Tua Yang Baik

  1. Yang utama, apa yang anda lakukan memberikan perbedaan. Jangan memberi reaksi yang impulsif. Tanyakan pada diri anda, “Apa yang ingin saya capai dan bagaiana hasilnya?”
  2. Terlibat dalam kehidupan anak. Selalu siap untuk anak anda baik fisik maupun mental.
  3. Sesuaikan dengan karakter anak.
  4. Menetapkan dan menerapkan aturan.
  5. Membantu mengembangkan kemandirian
  6. Bersikap konsisten.
  7. Hindari disiplin kasar, hal itu malah akan menimbulkan sifat agresi pada anak.
  8. Jelaskan aturan dan keputusan anda.
  9. Perlakukan anak anda dengan hormat.

8 Kiat Menanamkan Disiplin

  1. Belajar mengatakan “tidak” secara tegas tapi dengan sabar, penuh kasih sayang, berwibawa, dan tanpa nada marah. Kemampuan ini akan menolong anda dalam mendidik anak sehingga mereka mengetahui, ada batasan dalam berbuat sesuatu.
  2. Selalu bersikap konsisten. Jika anda telah mengatakan akan ada tindakan akibat dari perilakunya yang salah, terapkan “hukuman” tersebut sehingga anak tidak akan pernah mencoba untuk memainkan anda. Sikap yang tidak konsisten akan menghancurkan aturan dan disiplin.
  3. Fokus dan targetkan satu atau dua perilaku yang harus ditaati dengan baik pada waktu yang bersamaan. Misalnya: makan harus dihabiskan, makanan jangan dibuat mainan. Umumnya akan lebih efektif untuk mengajarkan anak pada satu atau dua bidang yang terfokus daripada mencoba untuk mengajarkannya sedikit-sedikit tetapi dengan berbagai macam bidang yang berbeda-beda.
  4. Berlakulah seperti “Bos” dan jangan malu untuk menjadi bos dalam membina hubungan dengan anak. Jika tidak, anak cenderung bersikap semaunya bagaikan anak ayam kehilangan induknya dan akhirnya akan berprilaku negatif. Anda dapat mengatakan pada anak bahwa anda adalah “Bos” mereka. Tentu saja sebagai bos anda tidak bertindak otoriter dan semena-mena.
  5. Ajarkan anak berdisiplin dalam lingkungan yang penuh kasih sayang dan cinta kasih.
  6. Berikan anak pilihan-pilihan kecil semisal baju apa yang ia sukai, mau wortel atau kacang polong,. Setelah menentukan pilihan, anak harus konsisten dengan pilihannya tersebut.
  7. Ingat, disiplin yang konsisten merupakan hal yang aman dan baik. Kepatuhan anak merupakan suatu jaminan agar ia selamat dari bahaya. Waktu yang terbaik untuk menyiapkan diri dalam keadaan bahaya adalah sebelum anda dalam keadaan bahaya.
  8. Untuk langkah awal, ajarkan anak dengan cara memfokuskan mereka agar menurut pada aturan atau disiplin yang anda buat. Anak sudah cukup mengerti untuk mempelajari konsep ini.

Cara membangun kecerdasan bayi

1. Pentingnya ASI
2. Kontak mata sesering mungkin
3. Bermain dengan cermin
4. Mari bernyanyi
5. Membaca buku
6. Bermain petak umpet
7. Jalan-jalan yuk!

PERSIAPAN MENJELANG MELAHIRKAN

Meski sudah mempersiapkan segala kebutuhan saat persalinan, ada kalanya kepanikan menyambut persalinan membuat moms dan dads melupakan beberapa barang yang sebenarnya penting untuk dibawa.
Karena itu ada baiknya saat usia kehamilan Anda sudah di atas 7 bulan, persiapkanlah barang-barang keperluan persalinan dalam satu wadah khusus. Jangan lupa bekerjasamalah dengan suami, hingga saat harinya tiba semua telah siap dan suami mengetahui dimana letak tas berisi keperluan setelah persalinan.
Berikut ini barang-barang yang perlu disiapkan:

Keperluan Anda:

  • Baju tidur. Sebaiknya anda membawa baju tidur yang mempunyai kancing di bagian depan untuk mempermudah menyusui bayi. Bawalah baju tidur secukupnya.
  • 1 set baju untuk anda pulang dari rumah sakit. Anda mungkin masih tetap terlihat seperti hamil, karena butuh waktu untuk tubuh kembali ke bentuk semula. Bawalah baju yang nyaman, dan tidak sempit.
  • Sandal.
  • Pakaian dalam. Bawalah BH untuk menyusui dan celana dalam secukupnya. Jangan lupa moms, celana dalam yang dibawa adalah celana dalam ukuran normal, sebelum hamil.
  • Pembalut wanita khusus untuk ibu bersalin.
  • Gurita atau korset untuk ibu bersalin.
  • Perlengkapan make up. Bawalah bedak, sisir, lipstick, pengharum tubuh/deodoran karena anda akan bertemu dengan teman atau keluarga setelah proses kelahiran.
  • Perlengkapan mandi seperti handuk, sabun, shampoo dll.
  • Jangan lupa untuk menyimpan fotocopy KTP suami dan istri dalam dompet, dan kartu asuransi. Atau untuk lebih amannya, simpanlah semua itu di tas yang Anda persiapkan untuk persalinan.

Keperluan Bayi:

Biasanya keperluan bayi akan disediakan oleh rumah sakit. Anda cukup menyediakan persiapan untuk pulang dari rumah sakit.

  • Popok, bawalah beberapa buah.
  • Baju bayi, bawalah 2 buah karena bayi kadang gumoh (memuntahkan sedikit ASI).
  • Minyak telon, bedak dan perlengkapan bayi lainnya yang telah Anda siapkan.
  • Kaos kaki dan tangan.
  • Selimut atau Bedong.
  • Gendongan.

Selain itu, persiapan yang tak kalah penting adalah menanyakan beberapa hal terkait proses persalinan dan pasca persalinan. Antara lain:

  • Tanyakan berapa orang yang boleh masuk ruang bersalin. Karena ada kemungkinan orang tua juga ingin ikut menyaksikan proses persalinan Anda.
  • Tanyakan apakah placenta atau ari-ari sudah dicuci bersih dan dimasukkan ke dalam wadah. Beberapa rumah sakit ada yang menyediakan fasilitas wadah placenta. Tapi beberapa ada yang tidak. Jika rumah sakit tidak menyediakan, berarti Anda sendiri yang harus membawanya.
  • Tanyakan apakah rumah sakit mendukung inisiasi menyusu dini (IMD). Jikapun tidak, pastikan Anda mendapatkan hak sepenuhnya sebagai konsumen, dengan memberitahukan keinginan Anda. Seperti keinginan agar anak tidak diberi susu formula sesaat setelah lahir, meski ASI Anda kurang lancar. Bayi yang baru lahir masih bisa bertahan hidup sehari semalam meski tidak mendapatkan asupan nutrisi sama sekali dari luar.
Di luar semua persiapan tersebut di atas, yang terpenting adalah pastikan Anda mendapat banyak informasi sehingga Anda dan suami tidak terbebani perasaan takut yang tidak beralasan.
Good luck moms.

Karakteristik Anak Lambat Belajar


Peranan orang tua adalah yang pertama dan utama, sebab orang tualah yang paling dekat dengan anak. Tidak semua orang tua menunjukkan sikap yang tepat dan bijaksana terhadap anak mereka yang lambat belajar. Adakalanya orang tua tidak mengerti mengapa anaknya mengalami problem lambat belajar, bahkan secara berlebih – lebihan menuntutnya untuk berprestasi atau setidaknya menyamai dengan anak – anak yang berkemampuan rata – rata. Oleh karenanya pelayanan pendidikan untuk anak lambat belajar seyogyanya juga meliputi program pembinaan untuk orang tuanya, agar orang tua dapat memahami karakteristik dan kebutuhan anak yang memang mengalami penyimpangan dalam perkembangan mentalnya.
Orang tua sering bingung menghadapi kesulitan belajar anaknya di sekolah, karena di rumah mereka tampak memahami banyak hal. Pada umumnya anak lambat belajar memperlihatkan perilaku – perilaku sebagai berikut :




  • Mengalami kesulitan kalau harus berfikir abstrak atau mendalam. Pemikiran anak hanya seputar hal – hal yang berkaitan dengan pengalaman kongkrit dalam kehidupannya sehari – hari.


  • Anak sulit konsentrasi, kemampuan untuk memusatkan perhatiannya pendek. Dibandingkan dengan anak – anak lain di kelas perhatian mereka cepat lepas.


  • Anak mengalami kesulitan dalam mengekspresikan diri. Anak lambat belajar sulit untuk memahami makna dari kata – kata dan tuturan bahasa mereka tidak selancar anak – anak lain.


  • Anak mengalami kesulitan untuk mengungkapkan apa yang ingin dilakukannya. Anak lambat belajar membutuhkan lebih banyak pengarahan dan pengawasan, tetapi jangan terlalu dilindungi.


  • Reaksi – reaksi anak dan kemampuan belajarnya lebih lambat dari anak – anak lainnya : Anak lambat belajar tidak dapat segera menangkap apa yang diinginkan oleh orang tua atau gurunya. Segala hal perlu disederhanakan, diulang dengan cara – cara yang berbeda, dan diingatkan dari waktu ke waktu.


  • Wawasan anak tentang dunia cenderung lebih sempit dibandingkan dengan teman – temannya : guru dapat membantu anak mengembangkan wawasannya dengan cara menghubungkan mata pelajaran yang dibawakannya dengan kehidupan anak sehari – hari.


  • Membaca adalah kegiatan yang sulit dikuasai anak lambat belajar, oleh karena itu penguasaan materi pelajaran biasanya lebih mudah jika tidak terlalu banyak mencakup kegiatan membaca.

Memahami Anak Lambat Belajar

Pada dasarnya anak lambat belajar adalah manusia individu yang utuh, yang membutuhkan pengakuan, perhatian dan pertolongan. Keberadaan mereka biasanya dalam posisi yang serba menekan jiwanya, situasi lingkungannya selalu menolak kehadirannya, mereka tidak pernah menikmati situasi yang kompetitif, demikian juga dalam proses belajarnya di sekolah, tidak pernah memperoleh pujian “kamu pintar” baik dari gurunya maupun dari temen sekolahnya,bahkan tidak jarang mereka menerima hinaan, karena memang mereka paling tertinggal diantara teman – temannya. Keadaan anak seperti ini membuat orang tua menjadi bingung terlebih tiba – tiba anaknya menjadi pendiam, murung dan malas sekolah.
Anak lambat belajar atau anak memiliki IQ kurang dari 100 namun masih diatas 80 ini membutuhkan lingkungan yang kompetitif, sebab posisi mereka serba di bawah artinya ia selalu tertinggal diantara teman – temannya dan tidak termotivasi dalam berprestasi. Oleh karena itu mereka perlu diberi kesempatan menempatkan dirinya padaposisi di tengah atau di depan dan tidak selalu di bawah dalam memperjuangkan prestasinya. Kesempatan itu bisa diperoleh jika teman – teman sekolahnya mempunyai kemampuan dan karakteristik yang setara dengannya. Situasi yang di harapkan seperti itu dapat diperoleh melalui pelayanan pendidikan secara khusus di sebuah sekolah yang metode pembelajarannya memfokuskan diri pada anak yang berkemampuan lambat belajar serta layanan individual.
Anak slow learner tidak dapat dikategorikan anak berkemampuan intelek normal dan tidak dapat pula digolongkan anak cacat. Secara fisik tidak ada perbedaan dengan yang terlihat pada anak umumnya, daya ingatnya memadai, akalnya pun tidak menunjukkan kelemahan, hanya segi kelemahannya terletak pada kelambatan dalam menyerap menerima pelajaran sekolah atau melakukan tugas – tugas tertentu. Apabila mereka dikumpulkan dengan anak – anak normal ( di sekolah umum ), ia termasuk yang paling bodoh bahkan semakin bodoh karena tertolak oleh lingkungannya. Sedangkan kalau dikumpulkan dengan anak – anak cacat ( Di SLB ), ia tidak semakin pandai karena potensi mereka tidak berkembang secara optimal.

IQ anak

Setiap individu anak mempunyai kelebihan dan kekurangan atau kita sebut dengan keunikkan individu. Tumbuh kembang dari masing – masing anak juga berbeda. Pada kenyataannya anak yang berumur 6 tahun biasanya sudah matang dan siap menerima pelajaran SD bahkan tidak sedikit anak yang berusia 5 tahun juga sudah matang dan siap menerima pelajaran SD, tetapi banyak juga anak – anak yang sudah berumur 7 – 8 tahun masih belum matang dan belum siap.
Usaha pendidikan akan senantiasa berkaitan dengan proses perkembangan seorang anak, sebab pendidikan itu sendiri merupakan bimbingan yang di berikan kepada anak menuju kearah kedewasaan jasmani maupun rohani. Dalam mendidik anak, tentunya tidak terlepas dari perbedaan – perbedaan individual sebab masing – masing manusia memiliki ciri – ciri khas tersendiri berdasarkan potensi yang dimilikinya baik lahir maupun batin. Potensi si anak perlu dilihat normalkah, superiorkah, atau mungkin kurang dari normal. Dengan mengetahui potensi anak dan bakat – bakatnya, maka tujuan pendidikan dapat diarahkan sesuai dengan kondisi kemampuan anak untuk mencapainya. Demikian juga sebaliknya kalau prinsip individualitas itu tidak dipahami, maka terjadi adalah kesenjangan dan ketimpangan.
Patut disadari, jaman sudah mulai berubah, ilmu pengetahuan bertambah luas seiring semakin cepatnya laju kemajuan ilmu dan penemuan hal – hal baru, maka dampaknya banyak orang tua yang memaksakan anaknya untuk berprestasi dan harus sekolah di sekolah favorit yang selanjutnya di bebani dengan berbagai macam les di luar sekolah. Tetapi tidak di sadari dari peristiwa tersebut ada anak yang sangat menderita baik lahir maupun batin, mereka adalah anak – anak yang berkemampuan intelek rendah, dimana mereka sering tertinggal kelas, di bangku SD saja di tempuh sampai 7 tahun atau lebih, dan 4 sampai 5 tahun berjuang di SLTP / SLTA sementara di perguruan tinggi banyak yang DO. Kondisi anak seperti ini jika tidak dipahami oleh orang tua dan guru serta lingkungannya, mereka akan tertekan bahkan berdampak negatif terhadap perkembangan jiwanya.
Berbicara tentang potensi atau kemampuan intelek anak, tentu berkaitan erat dengan konsep kecerdasan atau di kenal dengan istilah Intelligence Quotient (IQ). Umumnya setiap tes IQ mempunyai penggolongan sendiri, seperti yang dilakukan oleh alfred binet yang banyak dipakai sebagai acuan (soetarlinah soekadji, 1981), sebagaimana data di bawah ini:

Intelegensi Penggolongan Persen dan populasi

140-ke atas sangat superior/sangat pandai 1,33

120-139 superior/pandai sekali 11,30

110-119 diatas rata-rata/pandai 18,10

90-109 normal/rata-rata 46,50

80-89 lambat belajar/tanggung 14,50

70-79 border line 5,60

30-69 lemah mental, terdiri dari: 2,63

* Debil IQ 50 – 69

* Embisil IQ 30 – 49

* Idiot IQ di bawah dari 30



Dari konsep kecerdasan di atas, jelas bahwa ukuran kemampuan intelek anak tidak sama dan masing – masing tingkatan mempunyai hak atau kebutuhan yang berbeda – beda, terutama hak dalam memperoleh pendidikan. Oleh karenanya pelayananan pendidikan yang di berikan harus sesuai dengan kondisi kemampuan anak, agar perkembangan mereka dapat di optimalkan. Di dalam UUD 1945 telah mengamanatkan bahwa pemerataan dan perluasan pendidikan harus diwujudnyatakan, termasuk didalamnya anak – anak bermasalah yaitu bagi warga negara yang memiliki kecerdasan luar biasa dan yang memiliki kelainan fisik / mental perlu memperoleh perhatian. Prof. Dr. Wardiman Djojonegoro 1996 mengungkapkan idealnya di Indonesia ada 5 macam pendidikan, namun baru 4 macam a.1. pendidikan bagi anak unggulan, anak cerdas, anak normal, dan anak cacat, sedangkan untuk anak – anak yang mempunyai kemampuan intelek nangung / lambat belajar atau dalam klasifikasi IQ 80 – 89 belum mendapat tempat. Dengan tersedianya 5 macam pendidikan tersebut, maka anak – anak / generasi muda tidak ada yang tersisihkan dan terabaikan, bahkan sebaliknya akan memiliki jasmani yang sehat dan jiwa yang kuat sesuai dengan tujuan pendidikan nasional yaitu menjadikan manusia seutuhnya.
Dari sedikit uraian di atas timbul suatu permasalahan, sejauh mana kepedulian masyarakat terhadap pemenuhan kebutuhan anak lambat belajar? Karena pemenuhan akan layanan pendidikan untuk anak lambat belajar tidak dapat di samakan dengan anak – anak normal yang sebaya demikian juga anak SLB, sehingga perlu usaha besar untuk melakukannya.

Ibu

Ibu adalah segala – galanya
Dialah penghibur dalam kesedihan
Tumpuan harapan dalam penderitaan
Dan daya kekuatan dalam kelemahan
Dialah sumber cinta kasih
Kemurahan hati dan perlindungan
Barang siapa kehilangan figur seorang ibu
Hilang pula jiwa murni yang memberkahi
Dan menjaganya siang malam

RENUNGAN UNTUK PARA ORANG TUA

Surat terbuka dari KHALIL GIBRAN
(1883-1931)
Putramu adalah bukan putramu,
Mereka adalah putra dan putri kehidupan,
Yang mendambakan hidup mereka sendiri.

Mereka datang melalui kamu, tapi tidak dari kamu.
Dan sungguhpun bersamamu, mereka bukanlah milikmu

Engkau dapat memberikan pijak bagi raganya,
Tapi tidak bagi jiwanya,
Lantaran jiwanya ada di masa datang yang tidak bisa engkau capai,
Sekalipun dalam mimpi

Engkau boleh mengikuti alam mereka,
Tapi jangan harap mereka mengikuti alammu
Sebab hidup tidak surut kebelakang
Tidak pula tertambat di masa lalu

Engkau bagai busur dari mata anak panah,
Kehidupan putra-putrimu akan melesat ke masa depan.

DARI LINGKUNGAN HIDUPNYA ANAK-ANAK BELAJAR

JIKA ANAK BIASA DICELA
IA AKAN BIASA MENYALAHKAN
JIKA ANAK BIASA DIMUSUHI
IA AKAN TERBIASA MENENTANG
JIKA ANAK BIASA DIHANTUI KETAKUTAN
IA AKAN TERBIASA MERASA CEMAS
JIKA ANAK HANYA DIKASIHANI
IA AKAN TERBIASA MERATAPI NASIBNYA
JIKA ANAK DIKELILINGI OLOK-OLOK
IA AKAN TERBIASA MENJADI PEMALU
JIKA ANAK DIKITARI RASA IRI
IA AKAN TERBIASA BERSALAH

JIKA ANAK SERBA DIMENGERTI
IA AKAN TERBIASA MENJADI PENYABAR
JIKA ANAK BANYAK DIBERI DORONGAN
IA AKAN TERBIASA PERCAYA DIRI
JIKA ANAK BANYAK DIPUJI
IA AKAN TERBIASA MENGHARGAI
JIKA ANAK DITERIMA OLEH LINGKUNGANNYA
IA AKAN TERBIASA MENYAYANGI
JIKA ANAK TIDAK BANYAK DIPERSALAHKAN
IA AKAN TERBIASA SENANG MENJADI DIRINYA SENDIRI
JIKA ANAK MENDAPATKAN PENGAKUAN DARI KIRI KANAN
IA AKAN TERBIASA MENETAPKAN ARAH LANGKAHNYA
JIKA ANAK DIPERLAKUKAN DENGAN JUJUR
IA AKAN TERBIASA MELIHAT KEBENARAN

JIKA ANAK DITIMANG TANPA BERAT SEBELAH
IA AKAN TERBIASA MELIHAT KEADILAN
JIKA ANAK MENGENYAM RASA AMAN
IA AKAN TERBIASA MENGENDALIKAN DIRI DAN MEMPERCAYAI ORANG SEKITARNYA
JIKA ANAK DIKERUMUNI KERAMAHAN
IA AKAN TERBIASA BERPENDIRIAN

BAGAIMANA DENGAN ANAK KITA………!!!

DOROTHY LOW NOLTE

SANG PEMATUNG

Kuambil segumpal tanah liat, kubentuk dengan kupijat - pijat
Dan selagi jemariku menekan, jadilah bentuk yang kuinginkan

Beberapa hari berlalu, tanah liat sudah keras membatu
Bentuk buatan tanganku masih ada, dan aku tak dapat lagi mengubahnya

Lalu kuambil tanah liat bernyawa
Sebuah hati bocah lembut dan peka kubentuk dia
Dari hari ke hari, dengan segala kemampuan dan daya seni

Beberapa tahun berselang, si bocah telah menjadi orang
Sifat-sifat
bentukanku tetap terbawa
Dan aku tak dapat lagi mengubahnya.