Pada dasarnya anak lambat belajar adalah manusia individu yang utuh, yang membutuhkan pengakuan, perhatian dan pertolongan. Keberadaan mereka biasanya dalam posisi yang serba menekan jiwanya, situasi lingkungannya selalu menolak kehadirannya, mereka tidak pernah menikmati situasi yang kompetitif, demikian juga dalam proses belajarnya di sekolah, tidak pernah memperoleh pujian “kamu pintar” baik dari gurunya maupun dari temen sekolahnya,bahkan tidak jarang mereka menerima hinaan, karena memang mereka paling tertinggal diantara teman – temannya. Keadaan anak seperti ini membuat orang tua menjadi bingung terlebih tiba – tiba anaknya menjadi pendiam, murung dan malas sekolah.
Anak lambat belajar atau anak memiliki IQ kurang dari 100 namun masih diatas 80 ini membutuhkan lingkungan yang kompetitif, sebab posisi mereka serba di bawah artinya ia selalu tertinggal diantara teman – temannya dan tidak termotivasi dalam berprestasi. Oleh karena itu mereka perlu diberi kesempatan menempatkan dirinya padaposisi di tengah atau di depan dan tidak selalu di bawah dalam memperjuangkan prestasinya. Kesempatan itu bisa diperoleh jika teman – teman sekolahnya mempunyai kemampuan dan karakteristik yang setara dengannya. Situasi yang di harapkan seperti itu dapat diperoleh melalui pelayanan pendidikan secara khusus di sebuah sekolah yang metode pembelajarannya memfokuskan diri pada anak yang berkemampuan lambat belajar serta layanan individual.
Anak slow learner tidak dapat dikategorikan anak berkemampuan intelek normal dan tidak dapat pula digolongkan anak cacat. Secara fisik tidak ada perbedaan dengan yang terlihat pada anak umumnya, daya ingatnya memadai, akalnya pun tidak menunjukkan kelemahan, hanya segi kelemahannya terletak pada kelambatan dalam menyerap menerima pelajaran sekolah atau melakukan tugas – tugas tertentu. Apabila mereka dikumpulkan dengan anak – anak normal ( di sekolah umum ), ia termasuk yang paling bodoh bahkan semakin bodoh karena tertolak oleh lingkungannya. Sedangkan kalau dikumpulkan dengan anak – anak cacat ( Di SLB ), ia tidak semakin pandai karena potensi mereka tidak berkembang secara optimal.
Memahami Anak Lambat Belajar
Diposting oleh
Nyako
on Minggu, 21 November 2010
Label:
Anak Berkebutuhan Khusus
0 komentar:
Posting Komentar