
Peranan orang tua adalah yang pertama dan utama, sebab orang tualah yang paling dekat dengan anak. Tidak semua orang tua menunjukkan sikap yang tepat dan bijaksana terhadap anak mereka yang lambat belajar. Adakalanya orang tua tidak mengerti mengapa anaknya mengalami problem lambat belajar, bahkan secara berlebih – lebihan menuntutnya untuk berprestasi atau setidaknya menyamai dengan anak – anak yang berkemampuan rata – rata. Oleh karenanya pelayanan pendidikan untuk anak lambat belajar seyogyanya juga meliputi program pembinaan untuk orang tuanya, agar orang tua dapat memahami karakteristik dan kebutuhan anak yang memang mengalami penyimpangan dalam perkembangan mentalnya.
Orang tua sering bingung menghadapi kesulitan belajar anaknya di sekolah, karena di rumah mereka tampak memahami banyak hal. Pada umumnya anak lambat belajar memperlihatkan perilaku – perilaku sebagai berikut :
Orang tua sering bingung menghadapi kesulitan belajar anaknya di sekolah, karena di rumah mereka tampak memahami banyak hal. Pada umumnya anak lambat belajar memperlihatkan perilaku – perilaku sebagai berikut :
- Mengalami kesulitan kalau harus berfikir abstrak atau mendalam. Pemikiran anak hanya seputar hal – hal yang berkaitan dengan pengalaman kongkrit dalam kehidupannya sehari – hari.
- Anak sulit konsentrasi, kemampuan untuk memusatkan perhatiannya pendek. Dibandingkan dengan anak – anak lain di kelas perhatian mereka cepat lepas.
- Anak mengalami kesulitan dalam mengekspresikan diri. Anak lambat belajar sulit untuk memahami makna dari kata – kata dan tuturan bahasa mereka tidak selancar anak – anak lain.
- Anak mengalami kesulitan untuk mengungkapkan apa yang ingin dilakukannya. Anak lambat belajar membutuhkan lebih banyak pengarahan dan pengawasan, tetapi jangan terlalu dilindungi.
- Reaksi – reaksi anak dan kemampuan belajarnya lebih lambat dari anak – anak lainnya : Anak lambat belajar tidak dapat segera menangkap apa yang diinginkan oleh orang tua atau gurunya. Segala hal perlu disederhanakan, diulang dengan cara – cara yang berbeda, dan diingatkan dari waktu ke waktu.
- Wawasan anak tentang dunia cenderung lebih sempit dibandingkan dengan teman – temannya : guru dapat membantu anak mengembangkan wawasannya dengan cara menghubungkan mata pelajaran yang dibawakannya dengan kehidupan anak sehari – hari.
- Membaca adalah kegiatan yang sulit dikuasai anak lambat belajar, oleh karena itu penguasaan materi pelajaran biasanya lebih mudah jika tidak terlalu banyak mencakup kegiatan membaca.

0 komentar:
Posting Komentar