- Anak-anak dapat melakukan tugas di sekolah dengan lebih baik.
- Anak-anak lebih fokus dan konsentrasi pada pelajaran, lebih bertenaga, dan memiliki koordinasi yang lebih baik antara mata dan tangan.
- Kemungkinan bermasalah dalam berprilaku lebih sedikit.
- Lebih cenderung mendapatkan nutrisi yang lebih baik secara keseluruhan.
- Cenderung memiliki berat badan yang lebih stabil.
5 Alasan Pentingnya Sarapan
Diposting oleh
Nyako
on Selasa, 23 November 2010
Label:
Tip’s Orang Tua
/
Comments: (0)
9 Prinsip Jadi Orang Tua Yang Baik
Diposting oleh
Nyako
Label:
Tip’s Orang Tua
/
Comments: (0)
- Yang utama, apa yang anda lakukan memberikan perbedaan. Jangan memberi reaksi yang impulsif. Tanyakan pada diri anda, “Apa yang ingin saya capai dan bagaiana hasilnya?”
- Terlibat dalam kehidupan anak. Selalu siap untuk anak anda baik fisik maupun mental.
- Sesuaikan dengan karakter anak.
- Menetapkan dan menerapkan aturan.
- Membantu mengembangkan kemandirian
- Bersikap konsisten.
- Hindari disiplin kasar, hal itu malah akan menimbulkan sifat agresi pada anak.
- Jelaskan aturan dan keputusan anda.
- Perlakukan anak anda dengan hormat.
8 Kiat Menanamkan Disiplin
Diposting oleh
Nyako
Label:
Tip’s Orang Tua
/
Comments: (0)
- Belajar mengatakan “tidak” secara tegas tapi dengan sabar, penuh kasih sayang, berwibawa, dan tanpa nada marah. Kemampuan ini akan menolong anda dalam mendidik anak sehingga mereka mengetahui, ada batasan dalam berbuat sesuatu.
- Selalu bersikap konsisten. Jika anda telah mengatakan akan ada tindakan akibat dari perilakunya yang salah, terapkan “hukuman” tersebut sehingga anak tidak akan pernah mencoba untuk memainkan anda. Sikap yang tidak konsisten akan menghancurkan aturan dan disiplin.
- Fokus dan targetkan satu atau dua perilaku yang harus ditaati dengan baik pada waktu yang bersamaan. Misalnya: makan harus dihabiskan, makanan jangan dibuat mainan. Umumnya akan lebih efektif untuk mengajarkan anak pada satu atau dua bidang yang terfokus daripada mencoba untuk mengajarkannya sedikit-sedikit tetapi dengan berbagai macam bidang yang berbeda-beda.
- Berlakulah seperti “Bos” dan jangan malu untuk menjadi bos dalam membina hubungan dengan anak. Jika tidak, anak cenderung bersikap semaunya bagaikan anak ayam kehilangan induknya dan akhirnya akan berprilaku negatif. Anda dapat mengatakan pada anak bahwa anda adalah “Bos” mereka. Tentu saja sebagai bos anda tidak bertindak otoriter dan semena-mena.
- Ajarkan anak berdisiplin dalam lingkungan yang penuh kasih sayang dan cinta kasih.
- Berikan anak pilihan-pilihan kecil semisal baju apa yang ia sukai, mau wortel atau kacang polong,. Setelah menentukan pilihan, anak harus konsisten dengan pilihannya tersebut.
- Ingat, disiplin yang konsisten merupakan hal yang aman dan baik. Kepatuhan anak merupakan suatu jaminan agar ia selamat dari bahaya. Waktu yang terbaik untuk menyiapkan diri dalam keadaan bahaya adalah sebelum anda dalam keadaan bahaya.
- Untuk langkah awal, ajarkan anak dengan cara memfokuskan mereka agar menurut pada aturan atau disiplin yang anda buat. Anak sudah cukup mengerti untuk mempelajari konsep ini.
Cara membangun kecerdasan bayi
Diposting oleh
Nyako
Label:
Tip’s Orang Tua
/
Comments: (0)
1. Pentingnya ASI
2. Kontak mata sesering mungkin
3. Bermain dengan cermin
4. Mari bernyanyi
5. Membaca buku
6. Bermain petak umpet
7. Jalan-jalan yuk!
2. Kontak mata sesering mungkin
3. Bermain dengan cermin
4. Mari bernyanyi
5. Membaca buku
6. Bermain petak umpet
7. Jalan-jalan yuk!
PERSIAPAN MENJELANG MELAHIRKAN
Diposting oleh
Nyako
on Senin, 22 November 2010
Label:
Persalinan
/
Comments: (0)
Meski sudah mempersiapkan segala kebutuhan saat persalinan, ada kalanya kepanikan menyambut persalinan membuat moms dan dads melupakan beberapa barang yang sebenarnya penting untuk dibawa.
Karena itu ada baiknya saat usia kehamilan Anda sudah di atas 7 bulan, persiapkanlah barang-barang keperluan persalinan dalam satu wadah khusus. Jangan lupa bekerjasamalah dengan suami, hingga saat harinya tiba semua telah siap dan suami mengetahui dimana letak tas berisi keperluan setelah persalinan.
Berikut ini barang-barang yang perlu disiapkan:
Good luck moms.
Karena itu ada baiknya saat usia kehamilan Anda sudah di atas 7 bulan, persiapkanlah barang-barang keperluan persalinan dalam satu wadah khusus. Jangan lupa bekerjasamalah dengan suami, hingga saat harinya tiba semua telah siap dan suami mengetahui dimana letak tas berisi keperluan setelah persalinan.
Berikut ini barang-barang yang perlu disiapkan:
Keperluan Anda:
- Baju tidur. Sebaiknya anda membawa baju tidur yang mempunyai kancing di bagian depan untuk mempermudah menyusui bayi. Bawalah baju tidur secukupnya.
- 1 set baju untuk anda pulang dari rumah sakit. Anda mungkin masih tetap terlihat seperti hamil, karena butuh waktu untuk tubuh kembali ke bentuk semula. Bawalah baju yang nyaman, dan tidak sempit.
- Sandal.
- Pakaian dalam. Bawalah BH untuk menyusui dan celana dalam secukupnya. Jangan lupa moms, celana dalam yang dibawa adalah celana dalam ukuran normal, sebelum hamil.
- Pembalut wanita khusus untuk ibu bersalin.
- Gurita atau korset untuk ibu bersalin.
- Perlengkapan make up. Bawalah bedak, sisir, lipstick, pengharum tubuh/deodoran karena anda akan bertemu dengan teman atau keluarga setelah proses kelahiran.
- Perlengkapan mandi seperti handuk, sabun, shampoo dll.
- Jangan lupa untuk menyimpan fotocopy KTP suami dan istri dalam dompet, dan kartu asuransi. Atau untuk lebih amannya, simpanlah semua itu di tas yang Anda persiapkan untuk persalinan.
Keperluan Bayi:
Biasanya keperluan bayi akan disediakan oleh rumah sakit. Anda cukup menyediakan persiapan untuk pulang dari rumah sakit.
- Popok, bawalah beberapa buah.
- Baju bayi, bawalah 2 buah karena bayi kadang gumoh (memuntahkan sedikit ASI).
- Minyak telon, bedak dan perlengkapan bayi lainnya yang telah Anda siapkan.
- Kaos kaki dan tangan.
- Selimut atau Bedong.
- Gendongan.
Selain itu, persiapan yang tak kalah penting adalah menanyakan beberapa hal terkait proses persalinan dan pasca persalinan. Antara lain:
- Tanyakan berapa orang yang boleh masuk ruang bersalin. Karena ada kemungkinan orang tua juga ingin ikut menyaksikan proses persalinan Anda.
- Tanyakan apakah placenta atau ari-ari sudah dicuci bersih dan dimasukkan ke dalam wadah. Beberapa rumah sakit ada yang menyediakan fasilitas wadah placenta. Tapi beberapa ada yang tidak. Jika rumah sakit tidak menyediakan, berarti Anda sendiri yang harus membawanya.
- Tanyakan apakah rumah sakit mendukung inisiasi menyusu dini (IMD). Jikapun tidak, pastikan Anda mendapatkan hak sepenuhnya sebagai konsumen, dengan memberitahukan keinginan Anda. Seperti keinginan agar anak tidak diberi susu formula sesaat setelah lahir, meski ASI Anda kurang lancar. Bayi yang baru lahir masih bisa bertahan hidup sehari semalam meski tidak mendapatkan asupan nutrisi sama sekali dari luar.
Good luck moms.
Karakteristik Anak Lambat Belajar
Diposting oleh
Nyako
on Minggu, 21 November 2010
Label:
Anak Berkebutuhan Khusus
/
Comments: (0)

Peranan orang tua adalah yang pertama dan utama, sebab orang tualah yang paling dekat dengan anak. Tidak semua orang tua menunjukkan sikap yang tepat dan bijaksana terhadap anak mereka yang lambat belajar. Adakalanya orang tua tidak mengerti mengapa anaknya mengalami problem lambat belajar, bahkan secara berlebih – lebihan menuntutnya untuk berprestasi atau setidaknya menyamai dengan anak – anak yang berkemampuan rata – rata. Oleh karenanya pelayanan pendidikan untuk anak lambat belajar seyogyanya juga meliputi program pembinaan untuk orang tuanya, agar orang tua dapat memahami karakteristik dan kebutuhan anak yang memang mengalami penyimpangan dalam perkembangan mentalnya.
Orang tua sering bingung menghadapi kesulitan belajar anaknya di sekolah, karena di rumah mereka tampak memahami banyak hal. Pada umumnya anak lambat belajar memperlihatkan perilaku – perilaku sebagai berikut :
Orang tua sering bingung menghadapi kesulitan belajar anaknya di sekolah, karena di rumah mereka tampak memahami banyak hal. Pada umumnya anak lambat belajar memperlihatkan perilaku – perilaku sebagai berikut :
- Mengalami kesulitan kalau harus berfikir abstrak atau mendalam. Pemikiran anak hanya seputar hal – hal yang berkaitan dengan pengalaman kongkrit dalam kehidupannya sehari – hari.
- Anak sulit konsentrasi, kemampuan untuk memusatkan perhatiannya pendek. Dibandingkan dengan anak – anak lain di kelas perhatian mereka cepat lepas.
- Anak mengalami kesulitan dalam mengekspresikan diri. Anak lambat belajar sulit untuk memahami makna dari kata – kata dan tuturan bahasa mereka tidak selancar anak – anak lain.
- Anak mengalami kesulitan untuk mengungkapkan apa yang ingin dilakukannya. Anak lambat belajar membutuhkan lebih banyak pengarahan dan pengawasan, tetapi jangan terlalu dilindungi.
- Reaksi – reaksi anak dan kemampuan belajarnya lebih lambat dari anak – anak lainnya : Anak lambat belajar tidak dapat segera menangkap apa yang diinginkan oleh orang tua atau gurunya. Segala hal perlu disederhanakan, diulang dengan cara – cara yang berbeda, dan diingatkan dari waktu ke waktu.
- Wawasan anak tentang dunia cenderung lebih sempit dibandingkan dengan teman – temannya : guru dapat membantu anak mengembangkan wawasannya dengan cara menghubungkan mata pelajaran yang dibawakannya dengan kehidupan anak sehari – hari.
- Membaca adalah kegiatan yang sulit dikuasai anak lambat belajar, oleh karena itu penguasaan materi pelajaran biasanya lebih mudah jika tidak terlalu banyak mencakup kegiatan membaca.
Memahami Anak Lambat Belajar
Diposting oleh
Nyako
Label:
Anak Berkebutuhan Khusus
/
Comments: (0)
Pada dasarnya anak lambat belajar adalah manusia individu yang utuh, yang membutuhkan pengakuan, perhatian dan pertolongan. Keberadaan mereka biasanya dalam posisi yang serba menekan jiwanya, situasi lingkungannya selalu menolak kehadirannya, mereka tidak pernah menikmati situasi yang kompetitif, demikian juga dalam proses belajarnya di sekolah, tidak pernah memperoleh pujian “kamu pintar” baik dari gurunya maupun dari temen sekolahnya,bahkan tidak jarang mereka menerima hinaan, karena memang mereka paling tertinggal diantara teman – temannya. Keadaan anak seperti ini membuat orang tua menjadi bingung terlebih tiba – tiba anaknya menjadi pendiam, murung dan malas sekolah.
Anak lambat belajar atau anak memiliki IQ kurang dari 100 namun masih diatas 80 ini membutuhkan lingkungan yang kompetitif, sebab posisi mereka serba di bawah artinya ia selalu tertinggal diantara teman – temannya dan tidak termotivasi dalam berprestasi. Oleh karena itu mereka perlu diberi kesempatan menempatkan dirinya padaposisi di tengah atau di depan dan tidak selalu di bawah dalam memperjuangkan prestasinya. Kesempatan itu bisa diperoleh jika teman – teman sekolahnya mempunyai kemampuan dan karakteristik yang setara dengannya. Situasi yang di harapkan seperti itu dapat diperoleh melalui pelayanan pendidikan secara khusus di sebuah sekolah yang metode pembelajarannya memfokuskan diri pada anak yang berkemampuan lambat belajar serta layanan individual.
Anak slow learner tidak dapat dikategorikan anak berkemampuan intelek normal dan tidak dapat pula digolongkan anak cacat. Secara fisik tidak ada perbedaan dengan yang terlihat pada anak umumnya, daya ingatnya memadai, akalnya pun tidak menunjukkan kelemahan, hanya segi kelemahannya terletak pada kelambatan dalam menyerap menerima pelajaran sekolah atau melakukan tugas – tugas tertentu. Apabila mereka dikumpulkan dengan anak – anak normal ( di sekolah umum ), ia termasuk yang paling bodoh bahkan semakin bodoh karena tertolak oleh lingkungannya. Sedangkan kalau dikumpulkan dengan anak – anak cacat ( Di SLB ), ia tidak semakin pandai karena potensi mereka tidak berkembang secara optimal.
Anak lambat belajar atau anak memiliki IQ kurang dari 100 namun masih diatas 80 ini membutuhkan lingkungan yang kompetitif, sebab posisi mereka serba di bawah artinya ia selalu tertinggal diantara teman – temannya dan tidak termotivasi dalam berprestasi. Oleh karena itu mereka perlu diberi kesempatan menempatkan dirinya padaposisi di tengah atau di depan dan tidak selalu di bawah dalam memperjuangkan prestasinya. Kesempatan itu bisa diperoleh jika teman – teman sekolahnya mempunyai kemampuan dan karakteristik yang setara dengannya. Situasi yang di harapkan seperti itu dapat diperoleh melalui pelayanan pendidikan secara khusus di sebuah sekolah yang metode pembelajarannya memfokuskan diri pada anak yang berkemampuan lambat belajar serta layanan individual.
Anak slow learner tidak dapat dikategorikan anak berkemampuan intelek normal dan tidak dapat pula digolongkan anak cacat. Secara fisik tidak ada perbedaan dengan yang terlihat pada anak umumnya, daya ingatnya memadai, akalnya pun tidak menunjukkan kelemahan, hanya segi kelemahannya terletak pada kelambatan dalam menyerap menerima pelajaran sekolah atau melakukan tugas – tugas tertentu. Apabila mereka dikumpulkan dengan anak – anak normal ( di sekolah umum ), ia termasuk yang paling bodoh bahkan semakin bodoh karena tertolak oleh lingkungannya. Sedangkan kalau dikumpulkan dengan anak – anak cacat ( Di SLB ), ia tidak semakin pandai karena potensi mereka tidak berkembang secara optimal.
